Sastra: Menumpahkan Rasa

7:19:00 AM

Hulis satu kata, dan biarkan Tuhan menggerakkan tanganmu.
Tulis tidak dengan otak atau hati, tapi dengan rasa. Rasa ada di antara itu semua.

Kalau puisi kau tulis dengan otak, mending buka makan padang aja. Jual otak di sana. Kalau kau menulis puisi Dengan hati, mending buka warteg aja. Jual ati ampela! Tulis puisi itu dengan rasa! 'Karena rasa adalah segalanya," kata iklan jaket karet.

Dua Kalimat di atas kusarikan dari ceramah pak Eko Tunus di kemah sastra 3. Yha, selamat menulis puisi. Rasa jangan ditahan-tahan. Tumpahkan!

You Might Also Like

0 comments

Powered by Blogger.